Tampilkan postingan dengan label Samsung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Samsung. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Review : Samsung Galaxy Y S5360

Memakai desain full layar sentuh, Samsung Galaxy Y S5360 hadir ke tengah-tengah kita membawa spesifikasi cukup apik diantaranya adalah OS Android terbaru v2.3 Gingerbread dan prosesor tergolong cepat 838 MHz yang akan memberikan performa bagus.

harga  baru bekas, fitur spesifikasi ponsel handphone hp Dua kartu, kelemahan kekurangan dan kelebihan desain, hp tipis bisa internet

Samsung Galaxy Y berukuran 104 x 58 x 11.5 mm dengan berat tidak mencapai 100 gram (tepatnya 97.5 gram saja) sehingga ia tidak terlihat bongsor termasuk smartphone ringan.

Selain layar sentuh TFT kapasitif berukuran 3.0 inchi yang menopang tampilan depan, tak banyak tombol yang menghiasi bagian muka ponsel Android ini. Terlihat pada gambar cuma ada 3 tombol di bagian bawah layar yakni tombol multitasking, home dan back (urut dari kiri ke kanan). Tombol-tombol tersebut bersifat 'touch sensitive' sehingga kita tak perlu menekan lebih keras untuk mengiperasikannya. Kita hanya butuh sentuhan lembut di area tersebut.

Sebagai pemanis, hp Samsung S5360 telah dibekali dengan TouchWiz UI sehingga antarmukanya bisa sekeren hape-hape canggih lainnya dari Samsung. Untuk akses internet, ponsel ini tergolong tangguh. Ia juga memiliki kemampuan akses data setingkat HSDPA dan HSUPA, ada WiFi juga jika anda lebih suka akses internet lebih cepat, dan gratis tentunya.

Ponsel Samsung Galaxy Y membawa teknologi bluetooth versi terbaru v3.0 yang diklaim memiliki kecepatan transfer jauh lebih tinggi dibanding versi sebelumnya (v2.0). Sementara sebagai alternatif, disediakan kabel data microUSB untuk menghubungkan ponsel dengan PC/Dekstop komputer.

Kamera 2 megapiksel yang dimiliki hp Samsung Galaxy Y ini nampaknya terkesan nanggung, dimana vendor lain sudah banyak yang bermain di 3.2 megapixel keatas, bahkan 5MP di kisaran harga relatif sama. Tapi masih lebih baik kan daripada tidak ada.. :D

Ponsel Android yang juga medukung Java MIDP ini memiliki fitur penjajak lokasi alias GPS dengan fungsi A-GPS juga, sehingga anda tak perlu khawatir kesasar jika jalan-jalan ke daerah yang belum dikenal.

Sebagai alat pengusir suntuk, disediakan media player berupa mp3 player maupun video player. Jika bosan, masih ada FM Radio yang akan menemani anda bersantai. Hp ini dibekali baterai 1200 mAh Li-Ion, dengan kapasitas segitu, nampaknya cukup pas untuk menopang seluruh aktifitas yang akan dikerjakannya termasuk multitasking dan multimedia.

harga  baru bekas, fitur spesifikasi ponsel handphone hp Dua kartu, kelemahan kekurangan dan kelebihan desain, hp tipis bisa internet


Kelebihan dan Kelemahan Samsung Galaxy Y S5360


Kelebihan/Poin Plus1. OS Android v2.3 Gingerbread dengan 838 MHz processor
2. Layar sentuh kapasitif 3.0 inci dengan TouchWiz UI
3. GPRS, EDGE dan 3.5G/HSDPA dan HSUPA
4. Koneksi WiFi dengan bluetooth v3.0
5. Bisa menampilkan dokumen office
6. GPS dengan A-GPS plus Java MIDP 2.1
7. Bodi tergolong tipis dan ringan
Kekurangan/Poin Minus1. Kamera masih di kisaran 2MP
2. Tak ada fitur autofokus dan lampu flash
3. Belum mendukung Adobe Flash


Harga dan Spesifikasi Samsung Galaxy Y S5360

Untuk harga, ponsel Android terbaru berkonsep layar sentuh ini ditawarkandengan harga yang sangat kompetitif, cukup 1.2 juta saja untuk membawa pulang perangkat yang sudah terinstall Android v2.3 Gingerbread + prosesor cukup mumpuni.

Review : Samsung GT-I9003 aka Galaxy SL

Bisa dibilang, Galaxy S adalah ponsel tersukses yang pernah diproduksiSamsung hingga saat ini. Dalam rentan waktu 7 bulan (Juni 2010- Des 2011) Samsung mengklaim menjual 10 juta unit di seluruh dunia.
Diakui atau tidak, hal tersebutlah yang menjadi salah satu alasan Samsung meluncurkan produk terbarunya GT-I9003 atau lebih populer dengan sebutan Galaxy SL.
Desain
Dimensi 12.37 x 6.42 x 1.06 cm, berat 131 gram, display Gorilla Glass, plastik glossy dibagian belakang, 3 tombol dibawah layar (menu, back dan home), tombol power di sisi kanan, pengatur volume di sisi kiri.
Desain Galaxy SL identik dengan pendahulunya, Galaxy S. Perbedaan terletakpada dimensi dan baru terasa ketika dipegang bersamaan.
Meski menggunakan material yang sama, Galaxy SL terasa lebih kokoh dan mantap digenggamdibanding Galaxy S. Hal tersebut mungkin merupakan efek dari bobotnya yang memang sedikit lebih berat.
Soal komposisi tombol, PULSA menyayangkan absennya tombol shutter kamera yang sebelumnya juga tak ada di Galaxy S.
Rating: 4 (skala 1-5)
Layar
Layar sentuh kapasitif SC-LCD, 16 juta warna, 4 inci, 480x800 piksel
Super AMOLED jelas memiliki kontras yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan dengan SC-LCD, namun bukan berarti SC-LCD memiliki kualitas yang biasa saja. Karena nyatanya PULSA merasa tampilan layar Galaxy SL terbilang lebih baik dari layar TFT LCD yang tertanam pada smartphone sekelasnya.
Jika kembali dibandingkan dengan S-AMOLED, SC-LCD milik Galaxy SL kabarnya mengkonsumsi daya yang lebih banyak, namun Anda tidak perlu khawatir karena untuk ponsel ini Samsung sudah menyertakan baterai dengan daya yang lebih besar 10% dibanding pendahulunya.
Rating: 4
OS dan Menu
Android Froyo (v2.2), Touch WIZ UI, 7 buah panel pada homescreen (dapat di-edit), 4 buah ikon shortcut di bagian bawah layar pada homescreen dan menu utama (phone, contacts, messaging dan application/home)
Jika dibandingkan dengan versi Éclair (2.1) pada Galaxy S pengalaman yang didapatkan hampir sama. Hal tersebut berkat Touch WIZ UI yang dibenamkan pada kedua ponsel.
Hal yang berbeda dari versi terdahulu PULSA dapatkan pada notification tab yang bisa diakses dengan menggesernya dari bagian atas layar ke bawah. Jika pada notification tab Galaxy S dengan Android v 2.1 hanya terdapat 4 buah toggle yaitu Wi-Fi, Bluetooth, GPS dan Mute, maka pada versi 2.2 yang terpasang pada Galaxy SL ini Samsung menambahkan toggle auto rotation yang sebelumnya hanya bisa diakses pada menu setting.
Selain itu pada versi ini Samsung juga menambahkan task manager bawaan yang tidak didapati pada versi sebelumnya, jadi paling tidak Anda tidak perlu menambahkan aplikasi task manager pihak ketiga jika membutuhkannya.
Rating: 4,5
Kamera Foto
5 MP (2592x1994), autofocus, geo-tagging, fokus melalui sentuhan, smile shot dan face detection, kamera sekunder VGA.
Fitur kamera foto Galaxy SL memiliki 4 shooting mode dan 14 scene mode yang bisa diakses langsung dari panel di sebelah kiri layar.
Pengoperasiannya terbilang mudah. Untuk mendapatkan fokus Anda dapat menahan tombol shutter virtual atau menyentuh bagiana pada viewfinder yang ingin dijadikan titik fokus.
Kekurangan Galaxy SL pun masih sama dengan pendahulunya yang terletak pada tidak tersedianya dua elemen penting dari sisi kamera, yaitu lampu flash dan tombol shutter fisik.
Rating: 3,5
Ketika digunakan diluar ruangan dengan pencahayaan yang baik hasil tangkapan kamera Galaxy SL menunjukkan hasil dengan ketajaman yang apik.  Warna yang ditampilkan pun sesuai dengan warna aslinya.
Berbeda ketika dibawa ke dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya, kamera beresolusi maksimal 5 megapiksel ini masih menghasilkan noise.
Rating: 3,5

Perekam Video
Kualitas resolusi maksimal HD 720p (1280x720 piksel), @30fps
Kemampuan Galaxy SL untuk merekam video beresolusi HD rasanya lebih dari cukup untuk sekedar mengabadikan momen spesial bersama keluarga.
Anda juga dapat mengaplikasikan satu dari empat pilihan effect, yaitu normal, negative, BW dan sepia. Selain itu Anda juga dapat menemukan pengaturan white balance, kualitas video, contrast, saturation dan sharpness. Semuanya dapat ditemukan dengan menekan tombol virtual setting pada sudut kiri bawah layar.
Rating: 4
Internet
Browser HTML, Mendukung Flash Player 10.2, multi-windows browsing, pin ch zooming, RSS feeds, share page.
Berinternet ria menggunakan Galaxy SL tentu menyenangkan, selain dukungan layar 4 inchi yang mampu memuaskan mata, browser bawaan ponsel ini pun terbilang kaya fitur.
Apalagi ponsel ini juga sudah mendukung Adobe Flash 10.2, yang menjamin kepuasan ketika mengakses situs bermuatan flash. Sebelumnya Galaxy S hanya mendukung FlashLite 3.1.
Anda pun bisa dengan leluasa memilih tampilan portrait atau landscape hanya dengan memutar orientasi ponsel ketika berinternet.
Selain browser, Galaxy SL juga dilengkapi dengan berbagai aplikasi berbasis internet, seperti Daily Briefing, Gmail, Google search, Google places, Google Talk dan Youtube.
Rating: 4,5
Benchmark
Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork
Dari hasil test benchmark yang PULSA lakukan, Galaxy SL mencetak angka 829, yang membuatnya berada diantara Galaxy S dan Nexus One v 2.1

Rating: 4
Konektifitas
GSM quad band, HSDPA Tri band, Bluetooth 3.0 A2DP, micro
USB  2.0 (tersedia di sisi atas ponsel), GPRS 12, EDGE 12, HSDPA 7.2 Mbps, HSUPA 5.76 Mbps, WiFi, DLNA, Mobile AP, Tethering
Tak perlu banyak bercerita soal konektifitas. Anda tentu bisa membayangkan sendiri dari spesifikasi di atas.
Yang menarik dari sektor ini tentu saja fitur Mobile AP dan Tethering. Pada dasarnya kedua fitur berfungsi sama yakni membagi jalur operator yang dimiliki dengan perangkat lain. Bedanya sarana yang digunakan Mobile AP adalah wi-fi sedang tethering memanfaatkan USB. Keduanya dapat dijalankan melalui Settings> Wireless and network
Rating: 4,5
Video Player
Video player mendukung format 3gp, mp4, m4v, avi
Berbagai koleksi gambar dan video dapat diakses melalui menu gallery, di dalamnya koleksi Anda diklasifikasikan berdasarkan jenis dan folder penyimpanannya. Gambar bisa dinikmati dalam orientasi portrait atau landscape sesuai kebutuhan dan untuk melakukan zooming Anda cukup mencubit layar (pinch zoom).
Selain melalui gallery, koleksi video Anda juga bisa diakses melalui pilihan video player yang tampilannya lebih bersahabat dengan detail nama dan durasi video. Ketika dimainkan video player menyajikan video dalam bentuk fullscreen. Panel kontrol terdapat di bagian bawah layar (orientasi landscape) dan muncul ketika Anda menyentuh layar.
Rating: 4
Audio
6 alternatif efek audio,  9 pengaturan equalizer, efek audio 5.1 channel, mendukung mp3, amr, wav
Fitur pemutar musik Galaxy SL bisa diakses langsung dari menu utama. Pada tampilan awalnya, pemutar musik Galaxy SL menampilkan seluruh koleksi Anda. Anda bisa merubah tampilan daftar berdasarkan playlist, album atau artis dengan memilih pada panel yang tersedia pada sisi atas layar.
Tampilan ketika musik diputar secara default terbilang biasa saja. Layar menampilkan kontrol di sisi bawah dan album art di tengah layar. Jika bosan, Anda dapat menambahkan visualisasi yang akan menjadi latar depan (foreground) album art dengan menekan tombol menu, pilih more> settings dan centang pilihan visualization. Selain itu Anda juga dapat memilih tampilan Disc View yang tersedia ketika menekan tombol menu.
Rating: 4
Fitur Lain
Aldiko Ebook, Layar, Thinkfree Office, News & Weather, Navigation, Maps, Places dan Android Market
PULSA menemukan beberapa aplikasi menarik yang tertanam secara default dalam  Galaxy SL. Aldiko Ebook yang sesuai namanya berfungsi untuk membaca buku digital atau yang lebih populer dengan sebutan ebook. Tersedia 2 buku yang bisa langsung dibaca, Pride & Prejudice dan The Adventure of Sherlock Homes. Untuk menambahkan koleksi buku Anda dapat menekan tombol menu dan memilih  “Get more books”. Pada pilihan tersebut tersedia banyak sekali ebook yang dapat di download secara gratis.
Ada juga aplikasi bertajuk “Layar”. Aplikasi yang berbasis augmented reality memungkinkan Anda menemukan informasi mengenai obyek khusus dari lokasi tertentu seperti stasiun, kafe dan sebagainya via kamera ponsel.
Selain itu Galaxy SL juga menawarkan aplikasi Thinkfree Office yang berfungsi sebagai document viewer, News & Weather yang menginformasikan kepada Anda tentang berita ter-update dan ramalan cuaca, dan Navigation, Maps juga Places yang siap memudahkan perjalanan Anda.
Masih kurang? Seperti biasa cukup akses Android Market untuk menambahkan aplikasi yang diperlukan.

Rating: 4
Kelebihan
•    Android 2.2
•    Layar SC- LCD
•    Mendukung Flash player 10.2
•    Memiliki banyak kemiripan dengan Galaxy S dengan harga lebih murah
Kekurangan
•    Kamera tanpa flash dan Shutter fisik

Kesimpulan
Sejatinya PULSA merasakan pengalaman menggunakan ponsel yang sama dengan Galaxy S ketika memakai ponsel ini. Perbedaan paling terasa hanya PULSA temukan pada layar Galaxy SL yang kualitasnya di bawah pendahulunya tersebut.
Tapi jika ditilik dari segi harga tampaknya ponsel ini sangat pantas dimiliki, apalagi bagi Anda yang belum sempat merasakan asyiknya menggunakan Galaxy S.

Selasa, 06 Desember 2011

Review Samsung Galaxy Ace GT-S5830

Sulit rasanya membendung langkah Samsung yang semakin agresif bersama Android-nya Google. Vendor asal Korea Selatan tersebut benar-benar siap tempur. Senjata baru untuk tahun ini kembali ditembakkan ke Indonesia, Samsung Galaxy Ace atau GT-S5830 salah satunya. Â

Disain
Secara disain Samsung Galaxy Ace dikemas dalam bentuk candybar dengan bodi glossy hitam dan sudut membulat namun menyiratkan kesan tegas. Sepintas, Samsung seperti mencoba menampilkan sesuatu yang baru lewat Galaxy Ace.    
Terlihat ponsel ini seperti ingin lepas dari ciri khas keluarga Galaxy sebelumnya.Ada kesan  lebih simpel dan cenderung mengadopsi gaya yang dikembangkan iPhone 4. Perbedaan mencolok ada di casing belakang yang dilapisi finishing dengan tekstur kasar dan kesat.
Di bagian sisi kiri bodi hanya tersemat tombol volume. Di sisi kanan bodi ditanamkan tombol power/lock key dan slot micro SD yang bersifat hotswap. Sementara port audio 3,5 mm dan port tampil bersebelahan di sisi atas tubuh Galaxy Ace.
Ponsel ini juga sudah membenamkan proximity sensor di sudut kanan atas bodi depan. Posisi sensor ini benar-benar tersamar dan nyaris tak terlihat. Sensor ini berfungsi seperti radar, mendeteksi jarak antara layar dengan obyek di depannya. Saat Anda menelepon sensor ini akan menonaktfikan layar jika berada dekat telinga.

Layar & Menu
Samsung Galaxy Ace mengusung layar TFT LCD berukuran 3,5 inci dengan resolusi 320x480 piksel (HVGA). Relatif besar di kelasnya dengan kerapatan piksel memadai. Suntikan 16 juta warna memperkaya tampilan menu di ponsel ini.
Berkat layar sentuh kapasitifnya, Galaxy Ace bisa dioperasikan dengan nyaman lewat sentuhan lembut jari. Sensitifitasnya termasuk baik dan tak ada masalah khusus saat merespon sentuhan jari. Di beberapa fitur, ponsel ini sudah menyajikan fitur multitouch atau pinch to zoom.
Kombinasi OS Android 2.2.1 (Froyo) dan dukungan prosesor 800 MHz membuat akselerasi Galaxy Ace memuaskan. Navigasi menu dan eksekusi aplikasi sudah cenderung ‘smooth’. Transisi antar menu atau proses pengoperasian aplikasi terbilang lancar. Hanya sesekali lag yang mengganggu terjadi. Â

Kinerja beberapa fitur pendukung seperti akselerometer dan kinetic scrolling pun terlihat paten. Keduanya mampu beraksi dengan baik dan cepat merespon perintah. Sayang, akselerometernya masih belum terintegrasi penuh dan hanya berjalan pada aplikasi tertentu saja.

Seperti biasa Anda akan menemukan kostumisasi homescreen dengan tujuh panel yang bisa dipasangi bermacam widget dan shortcut. Homescreen bisa dikurangi sesuai selera dan hal ini sebenarnya cukup membantu dalam mempercepat proses navigasi.  Â

Sudah menjadi ciri khas TouchWiz bahwa menu utama ini memiliki halaman menu grid yang tampilannya digeser ke samping (halaman bisa bertambah jumlahnya). Berbeda dengan beberapa ponsel Android keluaran pabrikan lain yang menawarkan halaman menu utama dalam tampilan vertikal alias digeser ke bawah.

Satu tambahan, Galaxy Ace sudah menyediakan Swype-enabled QWERTY keyboard. Fitur Swype cukup membantu dalam pengetikan pesan di ponsel dengan layar kecil. Anda tak harus akurat saat mengetik, cukup dengan menarik garis dari satu huruf ke huruf lain sehingga menjadi susuan kata.
Kamera
Kemampuan kamera Galaxy Ace memberikan kesan tersendiri buat PULSA. Kekuatan 5 megapiksel, fitur autofokus dan lampu flash menjadi kekuatan tersendiri di kelasnya. Kompetitor wajib cemas. Seperti diketahui, ponsel Android pada umumnya memiliki kelemahan di sektor ini.

Interface kamera tampil standar dengan beragam fitur seperti shooting mode, scene mode, white balance, ISO, penyetelan, mode fokus, efek hingga kualitas foto. Di sektor ini nyaris tak ada perbedaan berarti dengan ponsel lain sekelasnya.

Galaxy Ace sepertinya ingin menghapus keraguan terhadap kemampuan kamera ponsel Android yang biasanya di bawah rata-rata. Untuk memotret di luar ruangan, ponsel ini mampu menghasilkan foto dengan detil gambar yang akurat dan reproduksi warna memuaskan.
Dalam sesi indoor, hasil foto pun tak kalah menggigit. Saat dijajal memotret di bawah lampu neon dalam ruangan, hasil foto memiliki akurasi warna baik dan cukup detil. Hal ini berkat sinergi fitur autofokus dan lampu kilat yang optimal.
Sayang dalam perekaman video, resolusi yang ditawarkan hanya 320x240 piksel (QVGA). Hasil rekamannya tak jelek-jelek amat, tapi jika terlalu banyak pergerakan gambar terlihat pecah.
Â
Audio Video
Pemutar musik Galaxy Ace masih standar TouchWiz UI. Interfacenya terdiri dari beberapa tab yang bisa menyortir pilihan: artis, album, lagu dan daftar putar. Menariknya, Galaxy Ace sudah dibenami equalizer dan DNSe technology untuk memperkuat sektor audio.

Sayang, output audio yang dihasilkan dari loudspeaker ponsel ini kurang ‘nendang’. Semburannya tak powerful dan kurang menghasilkan dentuman bass meski dalam posisi volume maksimal. Berbeda saat didengarkan via headset, musik yang keluar terasa lebih dinamis antara bass dan treble.

Ponsel ini juga menyertakan radio FM sebagai alternatif hiburan audio. Interfacenya praktis dan mudah digunakan tapi untuk mendengarkan siaran radio diperlukan headset sebagai pengganti antena. Mengenai kemampuan pemutar video, Samsung Galaxy Ace baru bisa memutar file dengan format standar.
Internet
Berbicara soal ini, Galaxy Ace sudah support jaringan 3G/HSDPA dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps. Untuk internetan tentu saja lebih leluasa bahkan bisa dipakai juga sebagai modem untuk PC. Atau jika ingin alternatif lain bisa menggunakan Wi-fi.

Seperti ponsel berbasis Android Froyo pada umumnya, teknologi Wifi dalam Galaxy Ace ditunjang fitur Tethering dan portable hotspot. Anda bisa membagi koneksi internet mobile dari ponsel ke perangkat lain melalui Wi-fi. Pengaturannya mudah.

Browser bawaan yang diusung ponsel ini sudah cukup memuaskan. Mulai dari keberadaan fungsi refresh, back dan forward, menambah bookmark, membuka tab baru (empat halaman) dan mengakses setting. Anda bisa melakukan zoming dengan cara double tap atau pinch to zoom. Sayang, ponsel ini belum mendukung Flash Player 10.1.

Fitur Lain
Beberapa fitur menarik dalam ponsel ini antara lain Voice Search, memudahkan pencarian dengan suara. ThinkFree, untuk melihat, mengedit dan membuat dokumen Microsoft Word / Excel / Powerpoint. Fitur jejaring sosial pun sudah terintegrasi antara lain Facebook, Twitter dan MySpace.

Lain dari itu, Anda tetap akan dijamu dengan beragam fitur khas Android. Mulai dari Google Maps, Navigation, Latitude dan Places yang ditunjang GPS. Ada juga GoogleTalk, Android Market, Gmail dan YouTube ditambah aplikasi standar yang biasa ditemukan dalam ponsel seperti kalendar dan kalkulator hingga Samsung Apps.

Soal memori internal, Galaxy Ace disisipi user memory sebesar 158 MB untuk penyimpanan data dan file. Untuk menampung lebih banyak data, Anda bisa memanfaatkan slot kartu memori MicroSD dengan kapasitas hingga 32 GB. Vendor membenamkan kartu memori 2GB dalam paket penjualan.
Kesimpulan
Samsung Galaxy Ace termasuk ponsel paling powerful di kelasnya. Layarnya berukuran besar, sensor kapasitif-nya tanpa masalah, kualitas kamera yang baik serta kombinasi OS dan prosesor memadai membuatnya terasa menonjol. Satu catatan kecil saja, para penggila dunia maya tak bisa menikmati Flash pada browsernya. (hp)
Kelebihan: kamera berkualitas, prosesor 800 MHz, Swype text input
Kekurangan: browser tak mendukung Flash, loudpseaker standar

Review Samsung Galaxy Gio GTS5660

Kelengkapan Handset
Baterai
Charger
Kabel data
Handsfree
Kartu garansi
Buku manual
Sejak kehadiran Gio, keluarga Samsung Galaxy semakin lengkap saja. Seperti halnya Galaxy Ace yang ditujukan untuk pebisnis muda, Galaxy Fit untuk kaum hawa yang aktif dan Galaxy Mini untuk Anda yang ‘Fun’, maka Gio lebih ditujukan untuk Anda yang haus akan hiburan.
Setidaknya itu yang ingin disampaikan Samsung. Meskipun pada kenyataannya, produk-produk tersebut tidaklah terdiferensiasi dengan gamblang bahkan cenderung seragam. Sama-sama diperkuat Android dengan fitur bawaan yang sama dan tampilan yang tidak berbeda. Kecuali di sisi disain dan hardware pelengkap tentunya. 
Desain
Dimensi 57.5 x 110.5 x 12.15 mm, 102g
Sudah hafal kan disain Galaxy? Didominasi layar sentuh ala iPhone di bagian depan, dengan menyisakan back cover dan lis samping untuk membedakan satu produk dengan yang lain. Beruntung Gio kebagian gen positif, pasalnya baik lis maupun backcover terlihat berkelas. Dimana lis samping disepuh dengan logam matte, sementara back cover dihiasi tekstur berpori. 
Rating: 4
 
Layar
Layar sentuh kapasitif 16 juta warna, 3.2 inci, 320 x 480 piksel
Dalam kondisi default, tampilan layar Gio sudah bisa memuaskan. Khas produk Samsung. Perbandingan diagonal layar dengan resolusi pun tidak ada yang perlu diperdebatkan. Tidak terlalu kecil, sehingga masih memungkinan jari besar untuk mengetik cepat.
Rating: 4
OS dan Menu
Android Froyo (v2.2), Touch WIZ UI 3
Kombinasi Android Froyo dan TouchWiz UI menguntungkan siapa saja, baik itu orang yang awam terhadap Android maupun expert. Kesan ponsel biasa akan memudahkan kita saat beradaptasi dengan Andoid, sementara Froyo sudah siap menjejali ponsel ini dengan aplikasi-apliaksi terkini. 
Rating: 4,5
Kamera Foto
3.2 MP (2048 x 1536 pixel), autofocus, geo-tagging, smile detection
Kamera nampaknya bukan menjadi prioritas Gio. Tidak ada tombol shutter (tombol kamera) khusus yang disediakan. Demikian pula resolusi yang dibawa hanya 3.2 megapixel tanpa lampu kilat. 
Rating: 3
Hasil Kamera
Untuk foto diam, Gio mampu memperlihatkan kemampuan apik di kelas kamera 3.2 megapixel. Foto outdoor mampu tampil natural, meski tidak dramatis. Sementara untuk indoor dengan cahaya berlimpah hasil foto pun tampak ‘ok’. Hanya saja jika cahaya kurang, lensa harus bekerja ekstra sehingga proses shutter pun lambat dan muncul noise di sana sini.
Rating: 3.5
Perekam Video
QVGA (320 x 240 pixel), @15fps
Tidak ada yang spesial dari moda perekam video. Meski demikian, jika Anda mengabaikan resolusi dan framerate, juga kecerahan gambar, karena praktis mengandalkan software lensa untuk mengubah pencahayaan, maka tidak ada masalah dengan video recorder ini.
Rating: 2
Video Player
Video player 3gp dan mp4
Soal tampilan, video player Gio sama saja dengan player video Android Galaxy lain. Yang membedakan adalah kemampuan putar formatnya yang sangat terbatas. Hanya 3gp dan mp4 dengan codec H.264 dan H.263.
Rating: 3
Audio
9 equalizer, efek audio 5.1 channel, mendukung mp3, amr, wav
Gio mengkombinasikan aplikasi pemutar musik native milik Android dengan aplikasi khas Samsung. Keduanya tidak mengecewakan. Namun Samsung berhasil memberikan player alternatif dengan tampilan yang lebih baik. Output audio pun terdengar jelas melalui speaker, namun jika Anda menggunakan headset efek audio 5.1 digital bisa dihadirkan.
Rating: 3
 
Konektivitas
GSM quad band, HSDPA Dual band, Bluetooth 2.1 A2DP, microUSB  hingga 32 GB, WiFi b/g/n, DLNA, Mobile AP, Tethering
Sama halnya dengan Galaxy-Galaxy anyar kemampuan DLNA, Mobile AP dan Tethering merupakan hal menarik yang muncul di Gio. Anda bisa memanfaatkannya sebagai hotspot ketika main game PSP misalnya. Plus dukungan aplikasi Allshare, dimana Anda bisa berbagi file media dari pc atau pernagkat ber-WiFi lain.
Rating: 4,5
Internet
Browser HTML, multi-windows browsing, pinch zooming
Gio membawa browser milik Android. Ya, layaknya browser Froyo lain, kita bisa dengan nyaman membuka halaman web tanpa masalah. Termasuk membuka banyak halaman sekaligus. Berkat dukungan prosesor 800 MHz, maka hampir tidak ditemukan lag berarti ketika browsing. Kecuali dari akselerasi jaringan.
Rating: 4
Fitur Lain
Thinkfree Office, News & Weather, Navigation, Maps, Places dan Android Market, Samsung Apps
Ada thinkfree office di Gio. Artinya Anda bisa membuat dokumen, mengedit juga membuka file-file kantor di perjalanan. Demikian juga dengan info-info terkini melalui RSS. Sayangnya sejumlah aplikasi penting semisal navigation belum bisa digunakan di Indonesia.
Rating: 4
Benchmark
Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork
Dari hasil test benchmark yang PULSA lakukan, Galaxy Gio memperoleh nilai 590, yang membuatnya berada diantara Galaxy S dan Nexus One v 2.1, bahkan Galaxy SL yang juga dites di edisi ini.
Rating: 3.5
Kelebihan
  • Android 2.2
  • Ukuran pas. Tidak terlalu kecil juga tidak terlalu besar
  • WiFi dan HSDPA 7.2 mbps
  • Prosesor 800 MHz
Kekurangan
  • Kamera tanpa flash dan Shutter fisik
Kesimpulan
Melihat harga dan kemampuan Gio, rasanya PULSA bisa memaafkan kekurangannya di sisi kamera. Kelengkapan fitur koneksi yang memuaskan akan menutupi hal tersebut, plus disain yang terkesan elegan serta software Android anyar. Namun bagaimanapun Gio bukan yang terbaik, sejumlah kompetitor memiliki produk dengan kemampuan multimedia yang lebih baik

Sponsored