Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Huawei. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2011

Review: Huawei U8800 Ideos X5

Rising Star Android dari Huawei

Tak banyak memang yang dilakukan Huawei dalam melakukan penetrasi pada jajaran ponsel cerdas berbasis android. Sepintas lalu gebrakannya cukup memukau dengan menghadirkan smartphone murah Android via seri U8150 yang berjalan pada basis CDMA. Kini pabrikan raksasa negeri tirai bambu tersebut kembali hadir dengan produk anyar bertitle U8800 ideos X5. Menyasar pada kelas menengah, apa saja kelebihan ponsel berbasis Android Froyo ini.

Desain
Lapang, solid, dominasi kaca + karet kesat, touch button

Secara umum desainnya cukup simple, dengan kombinasi apik mendominasi tampilan muka dan belakangnya, cukup nyaman digenggam. Sekilas hanya Nampak tombol power, jack audio, tombol (+/-) disekeliling ponsel. Jajaran touch button pun melengkapi dominasi layarnya yang cukup lapang. Dilihat dari keseluruhan tampilan, ponsel ini nampaknya ingin menampilkan simplisitas ditengah karakter bongsornya. Konsep desain yang terkemas dengan mengadopsi elemen seperempat lingkaran pada bagian atas dan bawah ponsel nampaknya boleh juga, lumayan unik.

Layar & Menu
Layar  sentuh TFT kapasitif, 16 juta warna, 480 x 800 piksel, 3.8 inci, Accelerometer sensor auto-rotate, Fingerprint, SNS integration, google earth, document to go

Hadir dengan dominasi layar yang cukup lapang, yakni 3,8 inci Anda pastinya dimanjakan dengan tampilan visualnya, terlebih menyentuh kedalaman warna optimal. Selain layar sentuh yang cukup luas, sekilas jajaran menunya mengingatkan kita pada Google Nexus S yang berkarakter 3 dimensi. Didalamnya pun terdapat menu serupa, semisal google earth, dokumen office, hingga SNS.

Kamera
5 megapiksel, 2592 х 1944 piksel, autofocus, LED flash, Geo-tagging, Video 720p @30fps

Dengan body yang boleh dikatakan bongsor, sajian kameranya pun tak kalah menawan. Didukung oleh beragam fitur sebagai pelengkap kesempurnaan hasil foto. Anda bisa mendapatkan hasil baik saat pengambilan gambar didalam ruangan, tentunya berkat bantuan LED flash. Begitupun ketika pemotretan luar ruang, ponsel ini menghasilkan warna yang cukup kontras walau cenderung over. Galeri fotonya pun tampil 3 dimensi saat menjejerkan kelompok foto, formatnya juga mengingatkan kita pada produk Samsung. Selanjutnya, ketika Anda menjajal videonya hasilnya lumayan oke dengan karakter HD. Pantas saja, karena spesifikasinya pun semirip walau tak tersemat embel-embel HD.

Audio & Video
MP3/WMA/WAV/eAAC+, MP4/WMV/3GP player, video HD
Jajaran multimedia ponsel ini juga dilengkapi dengan audio dan video player yang cukup menghibur. Menyajikan beragam format putar, pastinya tak menyulitkan Anda kala menikmati tembang maupun video favorit. Disana Anda dapat membuat playlist berdasarkan artis, lagu, maupun track yang paling sering di putar. Keluaran soundnya pun lumayan oke, baik ketika menggunakan earphone maupun speaker multimedia. Equalizer pun dapat menjadi opsi pilihan karakter lagu.


Internet & Konektifitas
Downlink HSDPA 7.2 Mbps, uplink HSUPA 2 Mbps, wi-fi, wi-fi hotspot, Bluetooth, hotswap micro SD, microUSB, jack audio 3,5 mm, multi-touch


Benchmark
Aurora Softworks

Kesimpulan
Tertampil dengan segudang fasilitas serta fitur pendukung, ponsel ini tergolong cukup dapat mengakomodasi kebutuhan Anda. Terlebih dengan harga yang cukup terjangkau, Anda sudah mendapatkan ponsel berbasis froyo dengan layar yang cukup lapang. Tak ada ruginya bukan?
[Mustafa Iman]
(+)
•    Body Solid + desain unik
•    Layar lapang
•    Kamera 5 MP dengan fitur lengkap + Video HD
(-)
•    Android froyo
•    Tanpa kamera sekunder

Review : Huawei Ideos X3, GingerBread Hemat

Meski hadir sudah cukup lama, namun belum semua pecinta Android berkesempatan merasakan update versi terbaru Android untuk ponsel GingerBread.  Sebab versi ini identik dengan ponsel Android Mid-end hingga Hi-end. Untunglah, Huawei menghadirkan ponsel berbasis GingerBread dengan banderol harga 1,5 jutaan. Lalu bagaimana performa ponsel ini?

Desain
Dimensi 11 x 5.65 x 1.12 cm, berat 104 gram, material plastik hampir di seluruh bodi ponsel, 3 tombol kapasitif + 1 tombol fisik dibawah layar (back,menu, searchdan home), tombol power di sisi atas, dan pengatur volume di sisi kanan.
Ideos X3 dan ponsel lain yang berada dalam trah smartphone Ideos milik Huawei memang tidak berbagi kemiripan fisik yang membuat pengguna dapat dengan mudah mengenalinya sebagai ponsel dengan seri yang sama. Bahkan sekilas Ideos X3 terlihat lebih mirip Wildfire besutan HTC terutama pada bentukan sisi bawah ponsel yang menyatu dengan tutup baterai ponsel.
Ukuran yang ringkas membuatnya tidak melelahkan untuk digunakan berlama-lama dan sangat bersahabat dengan kantong.
Layar
Layar sentuh TFT kapasitif, 16 juta warna, 320 x 480 piksel, 3.2 inci, (~180 ppi)
Dibandingkan dengan ponsel sekelasnya, layar ponsel ini unggul dari segi ukuran meski  tidak terpaut terlalu jauh. Disamping itu, responsifitasnya juga lebih baik dibanding Acer Liquid Mini yang berbanderol lebih mahal.
Sejalan dengan responnya, kualitas grafis yang ditampilkan Ideos X3 juga terbilang baik dengan tingkat kerapatan pixel hingga 180 ppi (pixel per inch). Kontras serta kecerahan layar juga tidak mengecewakan, namun akan sulit digunakan dibawah terik matahari.

OS dan Menu
Android OSversi 2.3 (GingerBread), UI ala Huawei, Huawei Launcher, 3 buah ikon shortcut pada dock + 2 ikon di sisi bawah layar, efek animatif pada homescreen.
Inilah keunggulan Ideos X3 dibanding pesaingnya yang dibanderol dikisaran harga yang sama. Ponsel lain seperti Optimus Me, Galaxy Mini Liquid Mini, dan Sony Ericsson W8 hanya dibekali Android dengan versi sebatas Froyo.
Identitas ponsel ini juga tampak pada tampilan antar muka yang dikemas ala Huawei. Ketika pengguna berpindah antar panel pad ahomescreen misalnya, ponsel ini menyediakan efek animatif yang membuatnya terlihat menarik. Anda juga dapat mengganti animasi default dengan pilihan lain yang juga disediakan.
Notification tray tampak tidak istimewa hanya dengan beberapa toggle untuk mengaktifkan dan mematikan fitur tertentu.
Kamera Foto
3.15 MP, 2048x1536 piksel, kamera sekunder VGA

Meski resolusinya setingkat dengan Optimus  Me dan Galaxy Mini, namun kamera ponsel ini lebih miskin fitur dibanding kedua kompetitornya tersebut.
Hanya tersedia efek warna yang bisa diaplikasikan pada foto yang ingin diabadikan. Selebihnya hanya pengaturan standar yang dimiliki kamera Ideos X3, seperti white balance, geo-tagging,  zoom, resolusi dan kualitas gambar. Fitur penting lain yang tidak ditemukan pada Ideos X3adalah autofocus. Absennya lampu flash juga mengurangi pesona Ideos X3.
Hasil Kamera
Outdoor    Indoor
Bicara hasil, kamera Ideos X3 mampu menangkap gambar sesuai dengan keadaan aslinya tanpa perubahan warna yang menggangu. Dan pada keadaan pencahayaan yang bagus seperti saat diluar ruang di siang hari, hasil jepretan kamera ini juga semakin baik.

Perekam Video
Kualitas resolusi maksimal 480p (800x480 piksel), @30fps
Senada dengan fitur kamera,fitur perekam video Ideos X3 juga minim fitur. Seperti mode kamera foto, efek uyang disediakan hanya efek warna. Hasil rekaman video cukup baik ketika diputar langsung di ponsel namun resolusinya terlalu kecil untuk layar komputer atau TV.

Internet
Browser HTML, multi-windows browsing, pinch zooming, Downloads, share page.
Seperti Android lainnya, browser bawaan Ideos X3 dibekali sejumlah fitur canggih yang dapat memenuhi kebutuhan Anda untuk browsing menggunakan ponsel. Sayangnya layar yang tidak cukup luas mungkin mengurangi asyiknya menjelajah dunia maya.
Konektifitas
GPRS, EDGE, HSDPA, HSUPA, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Wi-Fi hotspot, v2.1 dengan A2DP, EDR, microUSB v2.0

Ideos X3 menyediakan berbagai jalur untuk menghubungkan ponsel dengan dunia maya maupun perangkat lain guna bertukar file atau lainnya. Hal yang biasa untuk sebuah smartphone.
Untuk berbagi jalur data operator kepada perangkat lain ponsel ini dapat melakukannya melalui fitur portable hotspot atau melalui USB tethering untuk digunakan bersama komputer.
Benchmark
Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork
Ketika diuji, Ideos X3 mencetak angka 850, pada bagan hasil uji ponsel ini diletakkan dibawah Galaxy S dengan nilai yang hampir sama. Tentu mengagumkan mengingat selisih angka yang terbilang jauh.

Video Player
Video player mendukung format 3gp, mp4, m4v
Seperti ponsel Android lain yang tidak dilengkapi pemutar video tambahan, pengguna dapat memutar video dengan mengaksesnya melalui gallery. Format yang didukung ponsel ini juga tergolong standar.

Audio
Huawei Music, shuffle, repeat, mendukung mp3, amr, wav, wma, m4a

Tidak seperti video, untuk urusan audio ponsel ini dilengkapi pemutar musik khusus dari Huawei. Tampilan aplikasi ini sangat menarik dengan daftar lagu yang bisa ditampilkan berdasarkan nama album, judul lagu, playlist, folder, nama artis, komposer atau genre lagu.
Saat lagu diputar, tampilan dapat diubah ke mode now playing atau mode coverflow dengan mengubah orientasi ponsel ke landscape.
Fitur Lain
Streams, TouchPal input, Documents To Go, XL Go, XL Baca, All Backup, AppInstaller, Smart Traffic

Selain fitur standard Android, Huawei tidak lupa menambahkan berbagai aplikasi menarik untuk Ideos X3. Streams contohnya, aplikasi ini memudahkan Anda untuk memantau update terakhir dari teman Anda di Facebook dan Twitter dengan cara yang menyenangkan. Tak hanya itu, Anda dapat mengupdate status melalui aplikasi yang juga mengintegrasikan kontak ponsel ke dalamnya ini.
Kelebihan

•    Android GingerBread
•    Harga Murah
•    Desain compact
•    Performa apik
•    Fitur bawaan menarik
Kekurangan

•    Kamera minim fitur
Kesimpulan
Untuk ukuran ponsel pintar Android, performa Ideos X3 memang tidak luar biasa. Namun jika dibandingkan dengan ponsel dikisaran harga yang sama hasilnya tentu berbeda. Ponsel ini mampu tampil impresif dengan Android versi terbaru serta beragam aplikasi tambahan default yang fungsional. Untuk peminat Android kelas mid-low, Ideos X3 pantas jadi pilihan utama.

Sponsored