Tampilkan postingan dengan label LG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LG. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Desember 2011

Review: LG P500 Optimus One

LG kian serius memperkuat jajaran keluarga Optimus. Di awal tahun ini, LG Optimus One ikut meramaikan kompetisi pasar ponsel berbasis OS Android. Adalah Froyo alias Android versi 2.2 yang menjadi senjata merangkul konsumen. Sedikit pembenahan di sektor user interface dan penambahan beragam fitur membuatnya terasa lebih segar dari pendahulunya.
DisainLG Optimus One masih mengandalkan form factor batang dengan layar lebar. Tapi, berbeda dengan LG Optimus awal yang tampil stylish, kini sang penerus terasa lebih kompak. Bahkan, sekilas disain Optimus One terasa mengekor bentuk Nexus One. Kontur membulat di bagian bawah bodi serta penghilangan sudut tajam menyiku menjadi ciri khas.

Dalam genggaman, bobot LG Optimus One cukup berat. Mungkin karena porsi material logam yang membentuk bodi ponsel ini cukup mendominasi. Di luar itu, casing belakang dilapisi dengan finishing menyerupai teflon yang terasa kesat. Alhasil, ponsel jadi tidak licin saat berada di tangan.
Komponen pelapis layar Optimus One memiliki kualitas terjaga berbahan seperti kaca nan solid. Hal ini sudah sewajarnya mengingat metode input ponsel ini bergantung pada interface sentuh. Terasa unggul ketimbang display beberapa ponsel layar sentuh lain yang terasa sangat ‘plastik’ dan lembek saat ditekan.
Soal tombol, LG menyematkan empat buah tombol fisik di bawah layar. Di ujung kiri dan kanan masing-masing terdapat tombol menu dan search. Sementara di tengah terdapat dua tombol ( home dan back) yang dikelilingi lis warna krom.
Selebihnya, dandanan ponsel ini relatif simpel. Anda hanya akan menemukan tombol volume di sisi kanan bodi. Lantas tertanam port audio 3,5 mm di kiri atas bodi serta tombol power/lock di sudut kanan. Dan slot micro USB untuk pengecasan serta transfer data via kabel data.
Layar & MenuUkuran layar 3,2 inci pada resolusi 320x480 piksel (HVGA) rasanya cukup menunjang kinerja ponsel segmen menengah ini. Dukungan 256 ribu warna memperkaya tampilan menu dalam Optimus One. Secara keseluruhan, gambar yang tertampil di layar sudah tajam dan jernih meski sedikit redup.
Nah, dalam hal interaksi layar sentuh, Optimus One tampil dengan sensor capacitive yang hanya merespon terhadap sentuhan jari. Sudah lebih baik ketimbang Optimus awal yang masih memilih sensor resistive.
Namun, PULSA mendapati masalah terkait performa layar sentuh ponsel ini. Sensor capacitive pada Optimus One terasa belum sempurna karena beberapa kali merespon sentuhan benda selain jari. Aneh bukan?
Selain itu PULSA juga menemukan beberapa hal mengganggu seperti beberapa ikon di menu utama yang kerap tak mau merespon tekanan jari. Sehingga Anda terpaksa harus berkali-kali menekan ikon di layar saat ingin mengeksekusi perintah.
Lepas dari beberapa masalah yang mengganjal, sektor interface ponsel ini sudah cukup memuaskan. Seperti perangkat Android pada umumnya, LG Optimus One menyajikan beberapa panel homescreen. Di ponsel ini, tersedia pilihan untuk memakai lima atau tujuh homescreen.
LG Optimus Ones sudah dipersenjatai OS Android 2.2 aka Froyo. Pada ponsel ini Froyo belum mampu beroperasi optimal. Navigasi menu dan eksekusi aplikasi masih sedikit dihiasi lag. Selain itu, transisi menu terasa belum begitu halus..
Begitu memasuki menu utama ponsel ini, Anda akan disuguhi dengan tampilan standar dalam konsep grid. Tapi ada variasi yang disuguhkan LG yakni Anda bisa menyuntikkan kategori baru di halaman menu utama ini. Nantinya setiap kolom kategori bisa Anda isi ikon atau aplikasi tertentu.
Sayang, tak seperti pada LG Optimus pertama, tak ada lagi pilihan alternatif homescreen via home selector. Opsi berupa Android Home dan LG Home sudah ditiadakan dalam Optimus One.
Kecepatan prosesor Optimus One di kisaran 600 MHz, sudah cukup baik mendukung kemampuan multitasking. Lain dari itu, kinerja akselerometernya tergolong baik dan cepat merespon gerakan. Sayang, aksi akselerometernya hanya terintegrasi pada aplikasi tertentu saja.
Terkait kemampuan upgrade, kabarnya ponsel ini sudah siap untuk naik kelas ke versi 2.3. Semoga saja setelah Optimus One ini di-upgrade beberapa masalah yang mengganggu bisa terselesaikan.
Kamera Di sektor ini, kemampuannya hampir sama dengan LG Optimus. Sang vendor menyediakan interface kamera dengan beberapa pilihan seperti mode focusing mode, brightness and contrast, white balance, shooting mode, ISO, scene dan lain-lain.
IndoorIndoor
OutdoorOutdoor
Optimus One menyisipkan kamera resolusi 3 megapiksel yang dilengkapi fitur autofokus. Untuk memotret di luar ruangan, kamera ponsel ini menghasilkan gambar cukup tajam dan menangkap detil dengan baik meski cenderung over exposure jika pencahayaan berlebih.
Pada sesi indoor, hasil foto tampak kurang greget. Saat dijajal memotret di bawah lampu neon dalam ruangan foto sedikit kabur dan dikotori noise. Lebih dari itu, hasil foto tak bisa dioptimalkan lantaran minus lampu flash.
Kamera Optimus bisa digunakan merekam video dalam resolusi VGA (640x480 piksel) dengan 17 fps. Sebenarnya sudah cukup baik, tapi jika terlalu banyak bergerak saat merekam hasilnya cenderung patah-patah.
Audio/VideoTak ada perubahan berarti dalam pemutar musik Optimus One. Dari segi tampilan memiliki pola ala pemutar musik Android pada umumnya. Masih ada beberapa kekurangan seperti tak tersedianya fitur equalizer. Namun, fasilitas seperti penyaringan track via album dan artis atau aksi shuffle lagu sudah tertanam di dalamnya.
Suara yang dihasilkan dari loudspeaker saat memutar musik kurang 'nendang'. Output audio yang keluar tak bertenaga maklum speaker ponsel ini menyatu dengan earspeaker. Berbeda saat didengarkan via headset, musik yang keluar terasa lebih dinamis antara bass dan treble.
Optimus juga menyediakan radio FM. Interfacenya praktis dan mudah digunakan tapi untuk mendengarkan siaran radio diperlukan headset sebagai pengganti antena. Bisa disimpan sekitar 48 pilihan stasiun radio dalam ponsel ini.
Mengenai kemampuan pemutar video, Optimus One bisa memutar file video codec Xvid dan DivX. Tentunya menjadi hal menarik lantaran tak banyak perangkat yang mendukungnya.
Internet LG Optimus One sudah support jaringan 3G/HSDPA dengan kecepatan hingga 7,2 Mbps. Dengan penawaran ini maka kondisi optimal akses internet yang ditawarkan operator saat ini sudah bisa dicapai. Atau jika ingin alternatif lain bisa menggunakan Wi-fi yang juga sudah menjadi fitur standar ponsel ini.
Teknologi Wifi dalam ponsel ini cukup baik dalam menangkap sinyal hotspot. Selain itu, ponsel ini sudah ditunjang fitur Tethering dan portable hotspot. Anda bisa membagi koneksi internet mobile dari ponsel ke perangkat lain melalui Wi-fi. Pengaturannya mudah.
LG tak menambahkan sentuhan baru dalam browser ini. Alhasil, fitur di browser relatif standar. Mulai dari keberadaan fungsi refresh, back dan forward, menambah bookmark, membuka tab baru dan mengakses setting. Personalisasi yang ditawarkan hanya sebatas itu saja.
Karena tak mendukung fitur multitouch, Anda harus melakukan zooming secara manual melalui double tap atau lewat ikon perbesaran yang muncul di layar.
Fitur LainVoice Search menjadi fitur tambahan yang sebelumnya tak tersedia dalam LG Optimus awal. Sementara untuk mengakses situs jejaring sosial, Optimus One sudah menyediakan beberapa aplikasi yang terintegrasi dengan ponsel seperti Facebook dan Twitter.
Pilihan yang juga cukup bermanfaat dalam Optimus One adalah aplikasi Task Killer. Seperti diketahui kemampuan multitasking dalam Android bisa membebani kecepatan prosesor. Nah, dengan Task Killer, mudah saja menutup aplikasi yang sudah tak dibutuhkan.
Urusan navigasi bukan masalah karena tersedia fitur GPS yang didukung aplikasi Google Maps. Tertanam juga aplikasi bawaan yakni Latitude, Navigation dan Ndrive. Saat dijajal, kemampuan GPS Optimus One menjangkau sinyal satelit termasuk memuaskan.
Dan seperti biasa, tersedia fitur standar Android mulai dari GoogleTalk, Android Market, Gmail dan YouTube. Aplikasi pilihan lain seperti Layar, OI file Manager, ThinkFeee Office dan lain-lain melengkapi ponsel ini. Termasuk juga aplikasi standar yang biasa ditemukan dalam ponsel seperti kalendar dan kalkulator.
LG Optimus One membenamkan memori internal 170 MB dan slot kartu memori MicroSD dengan kapasitas hingga 32 GB. Mengingat pentingnya kartu memori dalam ponsel Android, vendor sudah membenamkan kartu memori 2GB dalam paket penjualan.
KesimpulanDi level menengah rasanya keberadaan LG Optimus One bisa memberikan kegairahan baru bagi para peminat ponsel ber-OS Android. Apalagi seri ini sudah disuntik dengan Android Froyo dan kabarnya bisa di-upgrade ke versi 2.3.
Tapi masih ada beberapa kelemahan yang ditemukan dalam ponsel ini. Antara lain, bug yang kerap muncul saat PULSA hendak mengeksekusi perintah di layar dimana ponsel seperti macet tak mau merespon. Alhasil, Anda harus menekan layar berkali-kali supaya berhasil.
Kelebihan: Android 2.2, Wifi, GPS, 3G/HSDPA
Kekurangan: sering lag, sensor capacitive bermasalah

Review : LG Optimus ME

Konsisten bermain di kelas smartphone, LG kembali menstimulus market lokal dengan merilis beberapa ponsel cerdas, salah satunya adalah LG Optimus ME. Ponsel cerdas yang menyasar pada kelas bawah ini diklaim kaya akan fitur yang terkait dengan platform yang di usungnya. Lantas apa saja yang ditawarkan ponsel bernama lain LG Pecan ini?
Desain
Dimensi 108 x 53 x 12.5 mm, Berat 130 gram, ergonomis, dominasi glossy (muka), finishing doff matte (belakang), touch button (menu, homescreen, back, search), bar button (call, end/power), layar sentuh kapasitif 2,8 inci.
Berkat volumenya yang berukuran sedang, desain LG optimus ME terasa ergonomis. Material glossy yang digunakan membuatnya terlihat cantik dan nyaman di genggaman. Sensitifitas tombol sentuh cukup responsif ketika digunakan untuk membuka beberapa fungsi ponsel. Sedangkan tombol call-end (bar button) terasa empuk ketika ditekan. Secara keseluruhan akses fisik ponsel ini tak terlalu menyulitkan.
Rating : 3
Layar   
Layar sentuh TFT kapasitif, 256 ribu warna, 240 x 320 piksel,  2.8 inci, Accelerometer sensor UI auto-rotate, Drop down, Multi-touch
Walau dibanderol murah, tampilan layar ponsel ini tak mengecewakan. Dengan karakter layar yang sensitif, ponsel ini memiliki kinerja cukup baik. Menampilkan 5 homescreen secara default yang bisa disematkan fitur dan widget secara beragam. Tampilan menunya cukup atraktif, Anda dapat menjelajahnya dengan menyapunya ke arah atas dan bawah. Partisi Aplikasi dan Download memudahkan Anda menemukan fitur mana yang hadir secara default, maupun melalui download. Kekurangan hanya terletak di sisi grafis. 
Rating : 3
 
OS dan Menu
Platform Android Froyo 
Dengan beragam fitur yang tersemat, tak salah apabila LG menghadirkan Otimus ME dengan basis Froyo. Selain fitur khas standar yang tersemat seperti : market, layar, navigasi, places, dan voice search, LG menyematkan fitur khas yakni App Advisor, sebuah aplikasi tips info kesehatan. Namun demikian nyatanya tak semua aplikasi yang tersaji di layanan tersebut dapat di download
Rating : 3
 
Kamera Foto
3.15 Megapiksel, 2048 x 1536 piksel, autofocus, fitur Geo-tagging
Bagian ini tampil cukup sederhana, walau kameranya tak dilengkapi LED flash, hasilnya boleh dibilang lumayan ketika dijajal di dalam ruangan. Anda akan mendapatkan hasil lebih baik ketika diluar ruangan, itupun dengan pencahayaan yang cukup. Namun demikian kemampuan autofokus yang tersuntik cukup bisa menjadi obat kekecewaan.
Rating : 3
Video 
VGA (640 x 480 piksel), 24 frame/second (24@fps), Konversi MP4/3GP/WMV player
Sedikit berbeda dengan kemampuan memotret kamera Optimus ME, perekam video ini tampil cukup sederhana. Hanya mampu mereka video beresolusi VGA yang menghasilkan format 3GP. 
Disektor video player ponsel ini mampu memutar dalam format standar dengan tampilan full screen. Kelebihannya ada pada kemampuan memutar format WMV. Kekurangannya, beberapa framerate dan resolusi file video harus disesuaikan agar dapat tertayang dengan baik.
Rating : 2
 
Audio
Konversi MP3/WAV/WMA/eAAC+ player
Sementara untuk urusan audio, Optimus ME tak tampil mengecewakan. Selain mampu memutar beragam konversi audio secara baik, hasil rekaman pun terpatri optimal. Sebagai pelengkap, fitur radio juga cukup bisa menjadi hiburan tambahan. Selain keluaran suaranya dapat didengar melalui speaker multimedia, kita pun dapat menikmatinya via earphone/headphone dengan menyematkan jack audio 3,5 mm.
Rating : 3
 
Internet
HSDPA 3.6 Mbps
Menikmati sektor ini nampaknya Anda tak akan menemukan kendala berarti, selain mampu berjalan stabil saat menjelajah browser, fasilitas multi-touch nya semakin menambah keasyikan. Tak hanya itu, fitur youtube yang tersaji secara default pun mampu ditampilkan secara baik.
Rating : 3
 
Konektifitas
Software (Wi-Fi 802.11 b/g, Wi-Fi hotspot, Bluetooth v2.1 with A2DP, EDR), Hardware (Jack Audio 3,5 mm, Slot Micro USB).
Ponsel ini memiliki koneksi yang cukup lengkap, baik di sektor software maupun hardware. Dan mampu menjadi hotspot mini, guna menshare data plan yang Anda miliki untuk menjelajah internet secara bersamaan. Selain itu keasyikan tukar data via kabel data dan Bluetooth cukup bisa menjadi hal yang menyenangkan.
Rating : 4
 
Benchmark
Ketika PULSA melakukan test ukur kinerja ponsel dengan menggunakan aplikasi quadrant benchmark, maka hasil yang didapat adalah performa Optimus ME berada pada posisi diatas Nexus One dan berada di bawah Samsung Galaxy S.
 
Fitur Lain
App Advisor, Mobile AP
. Selain itu, terkait dengan platform yang diusungnya Optimus ME telah mampu melakukan koneksi via device lain dengan menjadi hotspot mini, melalui pengaturan tethering (hotspot portable & tambahan) dengan terlebih dahulu memutuskan koneksi Wi-fi.
Rating : 3
 
Kesimpulan
Sebagai ponsel yang ramah dikantong, LG optimus ME cukup kaya akan fitur serta dukungan performa khas android Froyo. Walau masih terdapat kekurangan disisi tampilan dan video, namun hal tersebut bukan merupakan kendala yang cukup berarti. 
Kelebihan
• harga kompetitif 
• berbasis OS froyo
• body ergonomis
Kekurangan
• grafis tampilan minimalis
• kamera minus flash
• multimedia kurang
3G
Ya
Browser
Ya
HSDPA
Ya
Messaging
Ya
WiFi
Ya
Music Player
Ya
GPS
Ya
Video Player
Ya
Bluetooth
Ya
Video Recorder
Ya
Kabel Data
Ya
Game
Ya
GPS Internal
Ya
Photo Editor
Tidak
Aplikasi Navigator
Ya
Video Editor
Tidak
OS Terbuka
Ya
Memori External
Ya

Review: LG Optimus Black (LG-P970)

Untuk menyaingi Retina Display milik iPhone, S-Amoled khas Samsung, ClearBlack Display kepunyaan Nokia dan teknologi layar lain yang digunakan para kompetitornya, LG pun mengembangkan inovasi yang diberi nama Nova Display. Hasilnya, sebuah layar dengan tingkat kecerahan tertinggi yang pernah diaplikasikan pada sebuah ponsel namun tetap hemat energi.
Dan inilah Optimus Black,  ponsel yang didaulat sebagai yang pertama menggunakan teknologi ini, bagaimana performanya di sektor lain? Berikut ulasan PULSA..

Desain
Dimensi 122 x 64 x 9.2 mm, berat 109 gram, Gorilla Glass  pada bagian layar, Plastik fleksibel dibagian tutup baterai.

Desain Optimus Black tampak mencitrakan perpaduan antara kepintaran smartphone dan stylishnya fashion phone. Ponsel ini terlihat elegan dan rasanya cocok digunakan siapa saja bahkan oleh seorang wanita yang mengutamakan gaya.
Ada sedikit kemiripan dengan iPhone di bagian muka namun dibalik ke bagian belakang, Optimus Black jelas menunjukkan gayanya sendiri.

Layar
Layar sentuh kapasitif IPS LCD, Teknologi Nova Display, Tingkat Kecerahan 700 Nit, 16 juta warna, 4 inci, 480x800 piksel, Multi touch.
Inilah kunci utama keunggulan Optimus Black. Layarnya merupakan yang pertama mengusung inovasi Nova Display yang dikembangkan LG. Layar ini merupakan layar dengan tingkat kecerahan (brightness) tertinggi yang pernah digunakan pada ponsel.
Efeknya, layar Optimus Black memiliki viewing angle yang lebar dan Anda tidak akan kesulitan melihat layar meskipun dibawah terik matahari.
OS dan Menu
Android Froyo (v2.2) upgradable ke GingerBread (v2.3), Optimus UI 2.0, Gesture UI 2.0
Meski dapat di-upgrade ke versi Android GingerBread, namun ketika pertama membelinya pengguna harus puas dengan Froyo.
Homescreen dan menu utama Optimus Black tampak menyajikan tampilan Optimus UI khas smartphone LG mirip dengan yang terpasang pada Optimus 2X. Bedanya, pada menu utama Anda dapat me-minimize kategori dengan mencubit layar.
Kamera Foto
5 MP (2592 x 1944 piksel), LED flash, autofocus, geo-tagging, smile detection, color effect, scene mode, shot mode, macro focus, kamera sekunder 2MP.
Meski ukurannya resolusi maksimal kamera utamanya tidak superior dibanding smartphone high-end lainnya, namun kamera Optimus Black bisa diandalkan berkat segudang fiturnya.
Untuk memotret diri sendiri, Anda juga diberikan kamera sekunder beresolusi 2MP, termasuk yang terbesar untuk kamera sekunder.

Hasil Kamera
Out-Focusing Shot    Cartoon Shot
     
Anda diberikan 6 pilihan scene mode, 9 pilihan color effect, dan 9 pilihan shot mode yang sangat menarik.
PULSA mencoba 2 dari pilihan shot mode yang ditawarkan, yang pertama out-focusing shot menghasilkan foto yang sengaja di-blur dibagian pinggirnya dan cartoon shot yang mengubah objek nyata menjadi serupa kartun.

Perekam Video
Kualitas resolusi maksimal HD 720p (1280x720 piksel), @30fps
Yang menarik dari video recorder Optimus Black adalah fitur auto focus yang terus menyesuaikan area fokus sambil Anda melakukan perekaman.
Selain itu resolusi 720p lebih dari cukup untuk mengakomodir kebutuhan Anda merekam momen keseharian.

Internet
Browser HTML, Mendukung Flash Player 10.3, multi-windows browsing, pinch zooming, RSS feeds, share page.
Fitur browser Optimus Black bisa dikatakan standar untuk sebuah Android phone. Sehingga pastinya akan memuaskan Anda ketika browsing.

Benchmark

Aplikasi yang digunakan: Quadrant Standard Edition oleh Aurora Softwork
Optimus Black membukukan angka 1272 membuatnya berada diantara angka rata-rata Nexus One bersistem operasi Android yang sudah diupgrade ke Froyo dan Moto Droid X yang juga sudah versi 2.2

Konektifitas
HSDPA, 7.2 Mbps; HSUPA, 5.76 Mbps, Wifi, Bluetooth v2.1 with A2DP, EDR, microUSB v2.0, LG On-Screen Phone dan portable hotspot.
Selain pilihan konektifitas standar Optimus Black juga sudah mendukung LG On-Screen Phone dimana Anda dapat mengontrol ponsel melalui layar komputer. Untuk melakukannya Anda harus menginstal software LG On Screen Phone pada komputer terlebih dahulu.

Video Player
Video player mendukung format 3gp, mp4, m4v, avi, DivX/XviD
Video player Optimus Black telah mendukung DivX/XviD, sehingga Anda dapat langsung memutar file dengan format yang tidak banyak didukung ponsel lain seperti .avi dan .mkv tanpa harus menginstal aplikasi pemutar video pihak ketiga.

Audio
Dolby Mobile Effect, Mendukung mp3, amr, wav
Interface music player Optimus Black tampak menarik dengan tampilan info file yang lengkap dengan album art. Sayangnya keluaran suara speaker ponsel ini agak mengecewakan, selain kualitas suaranya yang biasa saja, ponsel ini tidak cukup bising untuk dinikmati bersama-sama.

Kelebihan
•    Nova Display
•    Desain Tipis & Ringan
•    Kamera Kaya Fitur
•    Kamera Sekunder 2MP
Kekurangan
•    Belum Dual-Core, dikarenakan saudara LG Optimus 2X sudah menerapkan teknologi ini
•    Belum GingerBread, ponsel pada level ini mayoritas sudah menggunakan OS ini
Kesimpulan
Untuk Anda yang menginginkan smartphone dengan tampilan fashionable, Optimus Black pantas menjadi pilihan. Disamping itu sebagai ponsel yang pertama menggunakan Nova Display dengan kecerahan tertinggi saat ini membuatnya layak dimiliki apalagi harganya terbilang di bawah rata-rata ponsel sekelasnya.

Sponsored